My bad.. I hope this is not repeat in you…

I think you wont regret read this..
Hope can bless all of you from my experience…

Prelude :
Ini tidak bicara agama, karena saya percaya setiap orang punya hak yang sama untuk keyakinannya masing-masing, sesuai dengan semboyan bangsa dan negara kita tercinta Indonesia : “Bhinneka Tunggal Ika”

Sharing g yang pertama :

Still remember me??
I’m an programmer that like coding and analyze system of company anything and whatever that..

***
Ini berawal dari taon lalu g dapet satu tender proyek besar yang lawannya yah cukup kompetitif, dari Jakarta dan Bandung, sementara g berdomisili di Bandung.
G dengan team, dan bersama Mr Vishnu Valentino bersama-sama prepare for tender ini, g cuma bisa doa dan berusaha untuk ini, tetapi g juga punya keyakinan untuk bisa dapetin ini, g percaya dan berserah kalau kata TUHAN ini kesempatan dan bagian buat g, TUHAN pasti buka jalan, dan DIA yang berperang buat kita sehingga kita tidak perlu takut untuk ini, walaupun secara manusia g masih sedikit takut.

Singkat kata, g dapet tender ini. Sungguh amat baiknya TUHAN itu. bener-bener lebih dari yang g pikir dan g minta. Akhirnya g bersama team, membuat dan berusaha membangun software ini, kita hanya dikasih waktu 4 bulan untuk menyelesaikannya, jika tidak maka kita terkena pinalty.

Nah disini, salahnya g, Ibarat : orang yang membawa sekarung beras puluhan kilo di punggungnya untuk menempuh perjalanan dengan jalan kaki puluhan kilo meter jauhnya, tiba-tiba ada orang yang memakai mobil pick-up dengan bak kosong di belakangnya, menawarkan bantuan kepadanya, orang itu ikut dan terima tawarn tersebut, naik ke mobil pick up, namun sayangnya orang tetap menaruh beras tersebut di atas badannya bukan diletakkan di atas mobil pick-up tersebut.

Mungkin seperti itulah g, g bersyukur berdoa setiap hari kepada TUHAN, tetapi g sepertinya kurang berserah dan lupa bahwa TUHAN itu maha kuasa mampu membantu kita dalam hal apapun, sampai-sampai g jatuh sakit karena g ga bisa jaga badan g sendiri.

Namun biasanya orang sakit mengeluh dan kurang bersyukur, tetapi sakit g yang kali ini g bersyukur dan makasih banget sama TUHAN dan amit-amit g ga mau lagi sakit :) karena g bener-bener dapet banyak hal saat g sakit ini.

G terkena sakit liver, karena kecapean harus berbaring di atas ranjang selama 3 minggu, dengan ke WC pun dibatasi, selama ini g jalani hidup g dengan penuh aktifitas, bahkan sampai kedua orang tua g bilang, “We feel you like stay in hotel not in home”.. ngerti arti ini??

-Intermezzo : Makasih banyak buat temen-temen, sodara yang udah dukung dalam doa dan teman aku,, special untuk Mr Vishnu Valentino yang selalu setia menemani setiap hari..

Yah itulah g, terkadang pergi pagi, pulang malam, bahkan dengan keluarga satu rumah kadang tidak bertemu, karena jam pertemuan yang berbeda :) pagi kadang saya pergi, orang rumahku masih tidur, atau terbalik g belum bangun saat mereka harus sudah pergi, malam g pulang mereka sudah tidur atau terbalik, g sudah tidur saat mreka tidur karena saking kurang teraturnya hidup g, g hanya berpikir yg penting g udah tidur 6 jam dalam waktu 24 jam itu cukup dan makan 3 kali sehari…

Saat awal sakit g marah, g kesel, karena orang tua juga marah saat g sakit, yah ini sih mungkin wujud kekhawatiran mreka juga… :) yah tetapi g bisa gini karena tuntutan dan hobby juga jadi yah g enjoy aja a.k.a enjoy yang kurang benar tepatnya ^^

jadi selama ini, ada hal yg g lupain dan g baru bener-bener sadar saat g sakit :
1.) apa itu kesehatan dan betapa berharganya kesehatan
2.) apa itu keluarga dan betapa berharganya keluarga
3.) apa itu iman dan percaya kepada TUHAN kita YANG MAHA ESA

Kenapa??? Kita seringkali egois dan lupa kepada TUHAN YANG MAHA ESA yang sangat sayang kita, yang dengan kasih dan anugerah-NYA telah menyelamatkan kita dengan cuma-cuma tetapi kita malah mengecewakannya… kita seringkali mengeluh kok TUHAN saya jadi ribet gini urusannya.. kan TUHAN udah ijinin proyek itu ada di saya, tetap kok jadi gini…
faktanya, kita apa TUHAN yang salah???kita merasa seperti orang yang naik mobil pickup makaish atas kasih karunia dan kebaikannya telah meringankan beban kita, tetapi apakah kita telah benar-benar menaruh semua beban kita kepada-NYA atau kita hanya berdoa, bersyukur tetapi tidak berserah???

Kemudian, kita seringkali marah kepada orang tua kita, yah ini kan tuntutan kalian juga, untuk anaknya sukses, kenapa kalian marah saat kita sakit??? ya kita juga ga mau sakit, tetap kalau udah sakit kan ya udah diobatin aja, biar cepet sembuh bukan???

Faktanya: semua arti di atas adakah yang tidak merugikan kita, sampai kita bisa marah??? kita sakit yang rugi siapa??? kita bukan??? kita tidak bisa melakukan apapaun atau melakukan apapun pastilah tidak enak saat kita sakit… saat kita sukses namun tidak bisa menjaga badan, apalah artinya semua itu?? Kita seringkali melupakan orang tua yang udah jelas sangat menyayangi kita, pesan mereka, ajaran mreka seringkali kita anggap kolot, pedahal saat kita sakit, mrekalah orang yang paling sayang dengan kita, dan paling kuatir akan keadaan kita. marah itu hanya wujud kekuatiran mreka, dan ciri orang saja.. namun kita haurs lihat lebih ke dalam maksud mreka… INGAT dengan pepatah : “DONT JUDGE THE BOOK by ITS COVER. :)

terakhir, saat kita sakit kita akan lihat betapa mana orang di sekeliling kita yang benar, yang baik dan tidak.

yah itu arti kehidupan yang saya dapat saat saya sakit, kita perlu meluangkan waktu kita setiap hari untuk kita merenung dan menyadari apa yang salah dalam hidup kita dan belajar untuk hidup lebih baik dan lebih benar dari jam ke jam….

Sharing g yang kedua :

Ok, I have write the name Mr Vishnu Valentino in story above, right???

Yes, perjalanan kami dan yakin juga perjalanan temen-temen pasti ga selalu mulus-mulus aja bukan?yah karena itulah kehidupan seperti sebuah masakan, perlu bumbu untuk menjadi enak dan menjadi sempurna..

Kami mendapat suatu syarat dari kedua pihak keluarga untuk kami mengambil sekolah S2 untuk kami boleh berpikir serius maju ke langkah berikutnya.

Kami pun bingung, karena kebetulan S2 yang g mau ambil adalah S2 Master Bussiness dalam Bahasa Tirai Bambu dan sepertinya ini berat jika harus ambil tahun ini, karena :

1.) dana yang tidak terlalu banyak

2.) sudah terlambat waktunya.

Namun kita sepakat untuk berdoa berserah dan minta bantuan TUHAN aja, pengalaman dari hal yang sebelumnya ^^, jadi hal yang kita lakukan dan :

1.) coba mengajukan ke DUTA BESAR, ternyata tidak bisa alias ditolak.

2.) mengajukan ke agent beasiswa, ternyata tidak bisa alias ditolak.

Nah disini pointnya, kita sudah lakukan segala cara dan ditolak namun agent dan Duta besar menyarankan kita untuk coba langsung mengajukan ke universitynya saja. Siapa tau bisa… walaupun mreka berkata kemungkinannya hanya 20 persen.

Disini kita punya 2 pilihan bukan?maju dengan 20 persen atau menunggu tahun depan.

Disini kita berdoa dan lagi-lagi beriman, menurut pandangan manusia ini mustahil, tetapi kita berdoa, kalau ini emang jalan TUHAN, semua pasti ada jalan dan lancar.

Akhirnya, kita coba googling mencari university di CHINA dan WOWOWOWOOW.. ternyata ada ribuan lebih, tentu kita bingung, kita hanya berdoa lagi minta TUHAN tunjukkin yang mana, karena saking banyaknya yang mana yang harus kita pilih? disamping kita harus tahu university mana yang baik, cuaca, tetapi di sisi lain waktu kita sempit…

Dengan rencana-NYA yang ajaib, kita dapat list university dari salah satu agent di BANDUNG, yaitu ICEO (Surya Sumantri) yang berjumlah 160, ya sudah daripada ribuan kita ambil jalan mengirim lamaran beasiswa kita ke 160 university tersebut..

Dan dari semua itu ada 4 university yang memberi kesempatan kepada kita, pedahal seharusnya mreka sudah tutup untuk lamaran beasiswa. Saya rasa ini bukanlah suatu kebetulan saja, tetapi ini semua karena kasih dan anugerah-NYA saja! secara manusia kita ga pernah terpikir bisa dapat ini. Tetapi jika kita mau berdoa, berserah dan berusaha… DIA BUKA JALAN.

Dari 2 cerita ini, saya hanya berharap temen-temen jangan jadi seperti saya yang punya beban namun percaya tetapi kita tidak menaruh itu pada-NYA malah membawa sendiri.

TUHAN yang kita percayai DIA yang menciptakan bumi dan segala isinya termasuk kita, masalah DIA tidak tahu masa depan kita, ibarat kita menciptakan sesuatu, dengan susah payah masakah kita mau menghancurkannya?? sekali lagi, saya yakini TUHAN yang ciptain saya adalah bukan TUHAN yang melihat rupa namun TUHAN yang BESAR yang selalu penuh kasih dan pemurah dan sayang sama kita, yang selalu ada saat kita senang dan susah….

Oleh karena itu, janganlah pernah sia-siakan kesempatan yang kita punya dengan kasih-NYA yang besar dan tak terbatas bagi kita… saya pernah lalai dan gagal, saya harap ini tidak terjadi di temen-temen semua,,, Tetaplah dalam DIA..

Percayalah apapun beban kita dan masalah kita percayalah MUJIZAT-NYA ITU benar-benar NYATA! dan bukan MUJIZAT yang hanya terjadi jaman dahulu tetapi jaman sekarang juga itu benar-benar nyata!!

INGAT: “Iman sebesar biji sesawi saja bisa memindahkan gunung”.

Tetaplah beriman kepada-NYA, jangan kita berdoa untuk pemikiran kita, karena pemikiran manusia terbatas namun TUHAN itu tidak terbatas, biarlah selalu kehendak-NYA yang jadi bukan kehendak kita, karena kita harus percaya sesudah hujan(badai kehidupan) pastilah ada pelangi(ada rencana-NYA) yang indah bagi setiap kita).

God Bless….

This entry was posted on Tuesday, July 13th, 2010 at 11:31 am and is filed under Love. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Post a Comment