Entreprenuer VS Karyawan

Menurut saya ini bagus banget, ada beberapa hal yang sudah saya ubah sedikit dengan beri tanda, tapi saya tidak mengubah satu atau lebih kata lainnya dapat dilihat di source aslinya…

diambil dari http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/

“Kok resign sih dari BCA ?”

Entah sudah berapa kali, pertanyaan simple (yang jawabannya sama sekali tidak simple) ditanyakan kepadaku. Seandainya saja aku mau berusaha keras untuk mengingat kemudian menghitung jumlahnya, aku akan kesulitan melakukannya. Karena memang tak terhitung jumlahnya, alias sudah teramat sering.

Bahkan beberapa orang sempat berkali-kali memintaku untuk menuliskan hal itu. Supaya menjadi pelajaran bagi orang lain, begitu alasan mereka. Bagi siapa ? Entahlah.

Segolongan teman yang mewakili wiraswasta atau lebih beken disebut enterpreneur, menunggu jawaban yang mereka harapkan dapat menjadi sekedar pembenaran bagi alasan-alasan mereka menjadi enterpreneur. Alasannya beragam, dari gaji karyawan yang dianggap kurang, dendam pada atasan, tidak punya pilihan, dan berbagai alasan lainnya.

Sedangkan golongan yang kedua adalah kaum profesional (baca : karyawan) tentunya, seringkali merasa jengah, bahkan sebelum mereka mendengar sepatah kata apapun sebagai jawaban atas pertanyaan diatas.

Bagiku pribadi keduanya sama-sama klise dan sama-sama menggelikan.

Aku bekerja di PT. Bank Central Asia, Tbk dengan awal yang unik. Sebagai seorang yang masih tergolong freshgraduate aku dipanggil oleh BCA untuk sebuah wawancara. Sebagai sebuah catatan, ketika itu krisis moneter tengah hebat-hebatnya terjadi di Indonesia. Puluhan ribu karyawan di PHK, sementara puluhan ribu sarjana dan calon sarjana, ketar-ketir harap-harap mules, di kampus mereka masing-masing. Mau keluar dari sana, tidak ada pekerjaan. Mau bertahan dikampus, malu karena ketuaan.

“Saya ingin ditempatkan di team internet banking BCA”, jawabku ketika dua orang petinggi di Divisi Teknologi Informasi bertanya tentang minat yang mendorongku bergabung dengan mereka. “Tetapi team yang Anda maksud belum ada”, jawab salah satu dari mereka, sambil menatapku tajam. “Dalam beberapa bulan lagi team itu akan Bapak bentuk”, jawabku tidak mau kalah.

Mereka saling berpandangan satu sama lain.

“Salah seorang direktur BCA mengatakannya di koran”, sahutku seolah mengerti jalan pikiran mereka. “Ia mengatakan dalam beberapa bulan BCA akan mengkonsetrasikan diri mereka kepada pengaplikasian teknologi internet. Dan itu pastilah berarti bahwa BCA akan membentuk team itu segera. Dan saya ingin berada disana !”.

Salah seorang kembali bertanya, “Seandainya saja Anda ditempatkan di team lain, dengan bidang yang lain, yang bukan merupakan team yang Anda mau. Apakah Anda bersedia ?”.

“Maaf Pak, yang saya inginkan hanya di team internet banking, dan bukan yang lain. Jika saya diletakkan dibagian lain, saya lebih memilih untuk tidak diterima di bank ini, karena bagi saya itu adalah sebuah langkah mundur”, jawabku membulatkan tekad memberanikan diri.

Dengan tidak aku duga sama sekali, kedua orang pewawancara itupun tertawa terbahak-bahak, sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Orang gila..orang gila….ya..ya..ya..”, kata mereka kepadaku.

Interview hari itu ditutup begitu saja. Dengan sebutan gila untukku dan terakhir sebuah jabat tangan erat.

Beberapa hari kemudian aku dipanggil kembali, kali ini oleh dua orang yang berbeda. Yang seorang berwajah tampan menggunakan kaca mata dan berkulit putih bersih. Dia jauh lebih irip seorang model, dibandingkan seorang pakar IT. Sedangkan yang seorang lagi, berambut tipis dan memiliki perut yang agak gemuk. Kalau yang ini auranya IT banget.

“Ha..ha..ha..rupanya ini orangnya…ha..ha…ha..”, sambut mereka serempak ketika baru saja melihat sosokku memasuki pintu ruangan itu.
Kami segera berjabat tangan (lagi), dan setelah itu entah mengapa kedua orang itu menghabiskan kurang lebih 2 menit selanjutnya dengan mengamatiku, berpandangan satu sama lain, kemudian tersenyum, lalu menggeleng-gelengkan kepala dan tertawa.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian BCA membangun aplikasi Internet Banking mereka yang kemudian diberinama klikBCA, dan aku ada disana, sebagai team inti yang bertanggungjawab akan tugas tersebut. Sesuatu yang sangat membanggakan dan tidak akan terlupakan seumur hidupku. Aku mendapatkan apa yang sungguh-sungguh ingin ku pelajari. Teknologi internet, database, networking, web programming dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, sejak saat itu aku mendapat sebuah pelajaran yang sangat berarti, bahwa hidup ini akan memberikan sesuatu apapun itu (yang baik) kepada siapapun yang sungguh-sungguh meminta dan mengingininya.

Perjalanan yang sangat mengasyikkan kulakoni di bank itu, hingga tidak terasa hampir tujuh tahun berlalu ! Banyak hal berharga yang telah kuterima dari BCA kala itu, diantaranya : memperkokoh gelar Sarjana Komputer dari kampus, dengan serangkaian praktek nyata dilapangan, belajar sistem perbankan, belajar investasi didunia saham, termasuk pelajaran-pelajaran “tambahan” lain.

Sepanjang waktu itu juga aku bertemu dengan beberapa tipe karyawan yang “katanya” nyaris ada disetiap perusahaan. (Bahkan diperusahaan yang kubentuk )

Tipe pertama, mereka yang antusias akan pekerjaan mereka dan bahagia sekaligus bersyukur dengan salary yang mereka dapatkan. Mereka adalah golongan orang-orang yang walau masih hidup didunia, tetapi merasa di surga.

Golongan kedua adalah mereka yang pasrah dengan pekerjaan mereka dan iklash dengan salary mereka. Ini adalah tipe robot, yang melakukan sesuatu bukan karena hasrat, tetapi sebagai sebuah kebiasaan. Dingin dan otomatis.

Golongan karyawan ketiga, adalah mereka yang begitu tergila-gila pada pekerjaan mereka tetapi tidak ambil pusing pada gaji yang mereka peroleh. Ini adalah golongan pekerja sosial.

Yang terakhir, golongan keempat, adalah mereka-mereka yang benci pada pekerjaannya, tetapi menerima uangnya (karena alasan kebutuhan). Tipe ini akan selalu komplain, tetapi tidak pernah berani keluar dari tempat kerjanya itu. Golongan ini kami sebut (bukan oleh saya…tetapi oleh kami)..agak kasar mohon maaf…sekali lagi maaf…sebagai pelacur.

Golongan pelacur inilah yang paling mengherankan. Mereka komplain setiap hari akan pekerjaan mereka, komplain akan gaji mereka, setiap hari menjelek-jelekkan perusahaan tempat mereka bekerja, selalu merasa diperlakukan tidak adil, selalu kurang, selalu ada yang salah, tetapi tidak berani atau tidak berhasil mendapatkan tempat kerja baru. (mungkin karena takut, atau mungkin tidak keterima dimana-mana).

Kempat hal inilah pelajaran “tambahan” yang kumaksud itu.

Oh iya, ada satu hal lagi yang paling berharga yang kuterima dari BCA saat itu, yaitu diperkenalkan pada sebuah hobby bernama photography. Sebuah hobby yang sangat luar biasa. Hobby ini juga yang membuat hari Sabtu dan Minggu adalah hari tanpa istirahat buatku. Senin sampai Jumat di kantor, sedangkan Sabtu, Minggu motret. Hobby ini terus bergerak sedemikian rupa sehingga membuat Selasa hingga Kamis ada di kantor, Jumat bolos setengah hari, untuk motret. Senin bolos fullday (jika Sabtu Minggu motret diluar kota). Sabtu dan Minggu, hampir pasti untuk motret.

Boss di kantor yang semula bertanya, “Kemana lu kok nggak masuk ?”, akhirnya mengubah pertanyaan itu menjadi “Gimana foto kemaren, bagus nggak ?”

Clientnya pun beragam, dari wedding, perorangan hingga perusahaan. Bahkan kegiatan potret memotret didunia wedding, secara tidak sadar menggiring kami untuk membentuk sebuah wedding planner yaitu Kistijah, yang tetap beroperasi hingga sekarang. Lebih dari itu hobby photography akhirnya menggiringku kesebuah persimpangan yang membuat aku mau tidak mau harus memilih yang satu dan meninggalkan yang lain.

Tidak ada yang salah dengan Bank Central Asia, yang terjadi adalah sesuatu yang berbeda dalam diriku. Aku menemukan sebuah panggilan yang semakin lama semakin kurasakan memang diperuntukkan oleh kehidupan bagiku. Dan panggilan itu bernama “enterpreneur”.

Proses kontemplasi ini berlangsung selama sebulan penuh pada saat aku terbaring karena sakit dirumah. Ketika itu aku baru saja selesai mengerjakan sebuah proyek foto dari dua buah perusahaan obat-obatan terbesar di Indonesia, yaitu Kalbe Farma dan Dankos Laboratories. Mungkin karena kurang beristirahat, ini membuatku kelelahan dan akhirnya jatuh sakit.

Merasa terpanggil, dan tidak ingin mendua hati, disamping perasaan bersalah kepada BCA karena tidak bekerja seoptimal dulu, membuat aku akhirnya memutuskan untuk menjawab panggilan itu dan meninggalkan Divisi Teknologi Informasi PT. Bank Central Asia, Tbk.

Jadi alasan kepergianku dari BCA dan memulai perjalanan dalam dunia enterpreneur tidak sama dengan alasan klise yang sering “digembar-gemborkan” oleh sebagian dari mereka yang kemudian beralih dari karyawan menjadi siluman enterpreneur. Orang-orang yang merasa mentok di karir pekerjaan, atau ingin buru-buru kaya, ataupun dendam akan pekerjaan dan perusahaan mereka.

(Aku resign dari BCA, sambil mengantongi sebuah janji promosi di satu tahun kedepan)

Entah mengapa begitu banyak orang, baik dari golongan profesional/karyawan maupun enterpreneur, mempunyai anggapan bahwa enterpreneur itu berada di srata lebih tinggi dari kaum karyawan. Sebuah anggapan yang bagiku pribadi, tidak selalu benar dan sangat tidak mendasar. Padahal kaum enterpreneur seringkali sangat menggantungkan kesuksesan dan kelangsungan hidup bisnis mereka pada para profesional yang ada. Apakah pengusaha sekaliber Bob Sadino tidak membutuhkan sederet kaum profesional yang membantunya mencetak miliaran rupiah ? Rasanya tidak mungkin.

Anggapan ini juga sama kelirunya -bagiku pribadi- dengan sebuah anggapan bahwa kalau ingin cepat kaya jadilah enterpreneur, sedangkan kalau mau miskin seumur hidup jadilah karyawan. Ini sesuatu yang aneh, mengingat setiap orang memiliki gunung rejekinya sendiri-sendiri. Dan TUHAN, Yang Maha Kaya sama sekali tidak dapat diukur dengan “besar-kecilnya” gaji yang diperoleh oleh karyawan diperusahaan tempatnya bekerja, karena rejeki yang IA siapkan tidak terbatas bagi masing-masing orang.

Sekali lagi, bagiku pribadi, semua ini adalah masalah panggilan dan pilihan.

Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berbangga menjadi seorang karyawan/kaum profesional apalagi seorang karyawan yang sungguh-sungguh profesional. Dan sama sekali tidak ada alasan bagi kaum enterpreneur untuk membusungkan dada dan memandang rendah mereka yang berada diquadrant lain.

Seperti nasehat bijak yang pernah kudapatkan dari seseorang yang luar biasa, “Yang jelas dimanapun kita berada dan apapun status kita, selalu berikan yang terbaik. Jika kita kebetulan sebagai karyawan, berikan yang terbaik dan berdoalah selalu bagi perusahaan tempat kita bekerja. Jika kita adalah enterpreneur, berikan yang terbaik untuk karyawan kita dan untuk client-client kita, maka rekaman-rekaman tak kasat mata dalam hidup ini akan mencatat secara sangat detail semua sumbangsih kita, kemudian menunggu waktu tepat untuk membalaskan kepada kita semuanya itu. Bukan berdasarkan golongan enterpreneur atau karyawan, tetapi seberapa tulus kita memberikan yang terbaik bagi kehidupan. Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !”

***

Saya Harap temen-temen bisa berpikiran seperti ini juga, “Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !” dan “rejeki yang IA siapkan TIDAK terbatas bagi masing-masing orang.”



Selamat Tahun Baru 2010

HELLO ALL,

Sudah sekian lama ga menulis rasanya aga gatel juga.. karena bingung yang kali ini g mau share article yang g dapet dari BlackBerry g yang bernama PHILIP, berhubung disitu ga ditulis asal sumbernya mohon maaf yah klo ternyata sama.. cuma menurut g artikel ini bagus banget… bener2bangus banget.. makanya g tulis disini buat share ke temen-temen semua yang mungkin belum baca….

Dalam hidup ini hanya ada 3 hari, yaitu:

Yang pertama; Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup; Pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. Menyia-nyiakan Waktumu adalah menyia-nyiakan hidupmu, tetapi menguasai waktumu adalah menguasai hidupmu. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.

Ingatlah : bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga !

Selamat Tahun Baru 2010.. yang berlalu biarlah berlalu agar dapat menjadi pengalaman dan perubahan hidup kita ke depan… tahun baru tinggal beberapa jam menit dan detik lagi… agarlah kita berdiam diri sejenak merefleksikan apa yang udah kita lakukan tahun ini.. dan buatlah rencana baru tahun depan agar kita tahu arah dan tujuan kita… dan yang terpenting “ANDALKAN SELALU SANG PENCIPTA KITA TUHAN YESUS KRISTUS diatas SEGALA TINDAKAN DAN TUJUAN HIDUP KITA dan APAPUN ASPEKNYA”..

HaPpy NeW YeAr 2010 God Bless You All…



Rapat Software Design MSP-UKM

Imagine & Meet ROOM

Imagine & Meet ROOM

Rangga & Yudha on Software Design Meet

Rangga & Yudha on Software Design Meet

Andrianus & Finna on Software Design Meet

Andrianus & Finna on Software Design Meet

Krisna & evlin

Krisna & evlin on Software Design Meet

Team Software Design

Team Software Design

Di atas adalah foto – foto hasil Meeting Imagine Cup di Imagine Cup Room UKM- GWM Lt8 yang dibawakan oleh Rangga, Andrianus, dan Evlin.

Technical Support disediakan oleh Krisna, Yudha.

Absensi dan Keterangan Skill / Team ditulis oleh Finna.

Waktu Meet kurang lebih 2 jam diawali dengan perkenalan, bentuk team, share technology of Microsoft seperti Visual Studio .Net (C# dan game library), XNA, Microsoft Surface, dll, kemudian pemutaran film software design dari beberapa team lainnya, diantaranya e-medical health system, tim Wirawan Winarto, yang berhasil menempati juara II imagine cup sebelumnya,dll, terakhir diakhiri dengan bincang-bincang sesama TEAM.



Beberes RUANG MSP UKM (IMAGINE CUP 2009)

Abis Bebere Rapa, senangnya lalalala.. dari yang berantakan jadi rapih kan??? ^^

Abis Beberes Rapat, senangnya lalalala.. dari yang berantakan jadi rapih kan???^^

MSP UKM NOW GOING ON

MSP UKM NOW GOING ON

Meet In Our 1st Room

Meet In Our 1st Room

Ready To Study Hard

Ready To Study Hard

***********

Akhirnya setelah sekian lama melewati proses rapat dengan anak MSP Universitas Kristen Maranatha dan proses perijinan peminjaman ruang kepada fakultas, kami mendapatkan sebuah ruang yang cukup (tidak besar juga tidak kecil) untuk dapat kami gunakan.

Mungkin secara fasilitas bisa dikatakan minumum namun harapan kami MAKSIMUM untuk berpartsipasi dalam IMAGINE CUP 2009.

Kemarin, 07 Desember 2009 pukul 16.00 WIB dihadiri oleh Krisna, Inanta, Trisa, Andrianus, Yudha, Finna, dan saya sendiri. Kami membenahi ruang yang diberikan kepada kami. Lumayan, meskipun awalnya terlihat berantakan sekali, tapi dengan hasil bekerja sama menata ruang kurang lebih 1 jam, ruang tersebut akhirnya dapat kami gunakan untuk rapat. Tak lupa juga, berterima kasih untuk Yudha Krisna dan Finna, yang sudah melakukan crimping kabel LAN ^^ belden pipih untuk kita gunakan(maaf yah emang sih lebih sulit dibanding kabel biasa namun kerjaan kalian GOOD kok, rapih lagi ^^). Pesan saya untuk teman-teman sekalian jangan sia-siakan kesempatan ini ya.. Terus berkarya menimba teknologi untuk kemajuan kalian, universitas, terlebih negara kita tercinta INDONESIA ^^ SEMANGAT!!!



Cara Akses Nilai Basis Data

Dear Temen – teman kelas Basis Data,

Terima Kasih telah mengunjungi blog ini, silahkan klik disini untuk melihat nilai Basis Data Praktikum Semester Ganjil 2009 / 2010.

Selamat Berjuang di UAS yah teman. God Bless..

Regards,

Evlin Marcelline Fendrianto

DB  Lecturer