My bad.. I hope this is not repeat in you…

I think you wont regret read this..
Hope can bless all of you from my experience…

Prelude :
Ini tidak bicara agama, karena saya percaya setiap orang punya hak yang sama untuk keyakinannya masing-masing, sesuai dengan semboyan bangsa dan negara kita tercinta Indonesia : “Bhinneka Tunggal Ika”

Sharing g yang pertama :

Still remember me??
I’m an programmer that like coding and analyze system of company anything and whatever that..

***
Ini berawal dari taon lalu g dapet satu tender proyek besar yang lawannya yah cukup kompetitif, dari Jakarta dan Bandung, sementara g berdomisili di Bandung.
G dengan team, dan bersama Mr Vishnu Valentino bersama-sama prepare for tender ini, g cuma bisa doa dan berusaha untuk ini, tetapi g juga punya keyakinan untuk bisa dapetin ini, g percaya dan berserah kalau kata TUHAN ini kesempatan dan bagian buat g, TUHAN pasti buka jalan, dan DIA yang berperang buat kita sehingga kita tidak perlu takut untuk ini, walaupun secara manusia g masih sedikit takut.

Singkat kata, g dapet tender ini. Sungguh amat baiknya TUHAN itu. bener-bener lebih dari yang g pikir dan g minta. Akhirnya g bersama team, membuat dan berusaha membangun software ini, kita hanya dikasih waktu 4 bulan untuk menyelesaikannya, jika tidak maka kita terkena pinalty.

Nah disini, salahnya g, Ibarat : orang yang membawa sekarung beras puluhan kilo di punggungnya untuk menempuh perjalanan dengan jalan kaki puluhan kilo meter jauhnya, tiba-tiba ada orang yang memakai mobil pick-up dengan bak kosong di belakangnya, menawarkan bantuan kepadanya, orang itu ikut dan terima tawarn tersebut, naik ke mobil pick up, namun sayangnya orang tetap menaruh beras tersebut di atas badannya bukan diletakkan di atas mobil pick-up tersebut.

Mungkin seperti itulah g, g bersyukur berdoa setiap hari kepada TUHAN, tetapi g sepertinya kurang berserah dan lupa bahwa TUHAN itu maha kuasa mampu membantu kita dalam hal apapun, sampai-sampai g jatuh sakit karena g ga bisa jaga badan g sendiri.

Namun biasanya orang sakit mengeluh dan kurang bersyukur, tetapi sakit g yang kali ini g bersyukur dan makasih banget sama TUHAN dan amit-amit g ga mau lagi sakit :) karena g bener-bener dapet banyak hal saat g sakit ini.

G terkena sakit liver, karena kecapean harus berbaring di atas ranjang selama 3 minggu, dengan ke WC pun dibatasi, selama ini g jalani hidup g dengan penuh aktifitas, bahkan sampai kedua orang tua g bilang, “We feel you like stay in hotel not in home”.. ngerti arti ini??

-Intermezzo : Makasih banyak buat temen-temen, sodara yang udah dukung dalam doa dan teman aku,, special untuk Mr Vishnu Valentino yang selalu setia menemani setiap hari..

Yah itulah g, terkadang pergi pagi, pulang malam, bahkan dengan keluarga satu rumah kadang tidak bertemu, karena jam pertemuan yang berbeda :) pagi kadang saya pergi, orang rumahku masih tidur, atau terbalik g belum bangun saat mereka harus sudah pergi, malam g pulang mereka sudah tidur atau terbalik, g sudah tidur saat mreka tidur karena saking kurang teraturnya hidup g, g hanya berpikir yg penting g udah tidur 6 jam dalam waktu 24 jam itu cukup dan makan 3 kali sehari…

Saat awal sakit g marah, g kesel, karena orang tua juga marah saat g sakit, yah ini sih mungkin wujud kekhawatiran mreka juga… :) yah tetapi g bisa gini karena tuntutan dan hobby juga jadi yah g enjoy aja a.k.a enjoy yang kurang benar tepatnya ^^

jadi selama ini, ada hal yg g lupain dan g baru bener-bener sadar saat g sakit :
1.) apa itu kesehatan dan betapa berharganya kesehatan
2.) apa itu keluarga dan betapa berharganya keluarga
3.) apa itu iman dan percaya kepada TUHAN kita YANG MAHA ESA

Kenapa??? Kita seringkali egois dan lupa kepada TUHAN YANG MAHA ESA yang sangat sayang kita, yang dengan kasih dan anugerah-NYA telah menyelamatkan kita dengan cuma-cuma tetapi kita malah mengecewakannya… kita seringkali mengeluh kok TUHAN saya jadi ribet gini urusannya.. kan TUHAN udah ijinin proyek itu ada di saya, tetap kok jadi gini…
faktanya, kita apa TUHAN yang salah???kita merasa seperti orang yang naik mobil pickup makaish atas kasih karunia dan kebaikannya telah meringankan beban kita, tetapi apakah kita telah benar-benar menaruh semua beban kita kepada-NYA atau kita hanya berdoa, bersyukur tetapi tidak berserah???

Kemudian, kita seringkali marah kepada orang tua kita, yah ini kan tuntutan kalian juga, untuk anaknya sukses, kenapa kalian marah saat kita sakit??? ya kita juga ga mau sakit, tetap kalau udah sakit kan ya udah diobatin aja, biar cepet sembuh bukan???

Faktanya: semua arti di atas adakah yang tidak merugikan kita, sampai kita bisa marah??? kita sakit yang rugi siapa??? kita bukan??? kita tidak bisa melakukan apapaun atau melakukan apapun pastilah tidak enak saat kita sakit… saat kita sukses namun tidak bisa menjaga badan, apalah artinya semua itu?? Kita seringkali melupakan orang tua yang udah jelas sangat menyayangi kita, pesan mereka, ajaran mreka seringkali kita anggap kolot, pedahal saat kita sakit, mrekalah orang yang paling sayang dengan kita, dan paling kuatir akan keadaan kita. marah itu hanya wujud kekuatiran mreka, dan ciri orang saja.. namun kita haurs lihat lebih ke dalam maksud mreka… INGAT dengan pepatah : “DONT JUDGE THE BOOK by ITS COVER. :)

terakhir, saat kita sakit kita akan lihat betapa mana orang di sekeliling kita yang benar, yang baik dan tidak.

yah itu arti kehidupan yang saya dapat saat saya sakit, kita perlu meluangkan waktu kita setiap hari untuk kita merenung dan menyadari apa yang salah dalam hidup kita dan belajar untuk hidup lebih baik dan lebih benar dari jam ke jam….

Sharing g yang kedua :

Ok, I have write the name Mr Vishnu Valentino in story above, right???

Yes, perjalanan kami dan yakin juga perjalanan temen-temen pasti ga selalu mulus-mulus aja bukan?yah karena itulah kehidupan seperti sebuah masakan, perlu bumbu untuk menjadi enak dan menjadi sempurna..

Kami mendapat suatu syarat dari kedua pihak keluarga untuk kami mengambil sekolah S2 untuk kami boleh berpikir serius maju ke langkah berikutnya.

Kami pun bingung, karena kebetulan S2 yang g mau ambil adalah S2 Master Bussiness dalam Bahasa Tirai Bambu dan sepertinya ini berat jika harus ambil tahun ini, karena :

1.) dana yang tidak terlalu banyak

2.) sudah terlambat waktunya.

Namun kita sepakat untuk berdoa berserah dan minta bantuan TUHAN aja, pengalaman dari hal yang sebelumnya ^^, jadi hal yang kita lakukan dan :

1.) coba mengajukan ke DUTA BESAR, ternyata tidak bisa alias ditolak.

2.) mengajukan ke agent beasiswa, ternyata tidak bisa alias ditolak.

Nah disini pointnya, kita sudah lakukan segala cara dan ditolak namun agent dan Duta besar menyarankan kita untuk coba langsung mengajukan ke universitynya saja. Siapa tau bisa… walaupun mreka berkata kemungkinannya hanya 20 persen.

Disini kita punya 2 pilihan bukan?maju dengan 20 persen atau menunggu tahun depan.

Disini kita berdoa dan lagi-lagi beriman, menurut pandangan manusia ini mustahil, tetapi kita berdoa, kalau ini emang jalan TUHAN, semua pasti ada jalan dan lancar.

Akhirnya, kita coba googling mencari university di CHINA dan WOWOWOWOOW.. ternyata ada ribuan lebih, tentu kita bingung, kita hanya berdoa lagi minta TUHAN tunjukkin yang mana, karena saking banyaknya yang mana yang harus kita pilih? disamping kita harus tahu university mana yang baik, cuaca, tetapi di sisi lain waktu kita sempit…

Dengan rencana-NYA yang ajaib, kita dapat list university dari salah satu agent di BANDUNG, yaitu ICEO (Surya Sumantri) yang berjumlah 160, ya sudah daripada ribuan kita ambil jalan mengirim lamaran beasiswa kita ke 160 university tersebut..

Dan dari semua itu ada 4 university yang memberi kesempatan kepada kita, pedahal seharusnya mreka sudah tutup untuk lamaran beasiswa. Saya rasa ini bukanlah suatu kebetulan saja, tetapi ini semua karena kasih dan anugerah-NYA saja! secara manusia kita ga pernah terpikir bisa dapat ini. Tetapi jika kita mau berdoa, berserah dan berusaha… DIA BUKA JALAN.

Dari 2 cerita ini, saya hanya berharap temen-temen jangan jadi seperti saya yang punya beban namun percaya tetapi kita tidak menaruh itu pada-NYA malah membawa sendiri.

TUHAN yang kita percayai DIA yang menciptakan bumi dan segala isinya termasuk kita, masalah DIA tidak tahu masa depan kita, ibarat kita menciptakan sesuatu, dengan susah payah masakah kita mau menghancurkannya?? sekali lagi, saya yakini TUHAN yang ciptain saya adalah bukan TUHAN yang melihat rupa namun TUHAN yang BESAR yang selalu penuh kasih dan pemurah dan sayang sama kita, yang selalu ada saat kita senang dan susah….

Oleh karena itu, janganlah pernah sia-siakan kesempatan yang kita punya dengan kasih-NYA yang besar dan tak terbatas bagi kita… saya pernah lalai dan gagal, saya harap ini tidak terjadi di temen-temen semua,,, Tetaplah dalam DIA..

Percayalah apapun beban kita dan masalah kita percayalah MUJIZAT-NYA ITU benar-benar NYATA! dan bukan MUJIZAT yang hanya terjadi jaman dahulu tetapi jaman sekarang juga itu benar-benar nyata!!

INGAT: “Iman sebesar biji sesawi saja bisa memindahkan gunung”.

Tetaplah beriman kepada-NYA, jangan kita berdoa untuk pemikiran kita, karena pemikiran manusia terbatas namun TUHAN itu tidak terbatas, biarlah selalu kehendak-NYA yang jadi bukan kehendak kita, karena kita harus percaya sesudah hujan(badai kehidupan) pastilah ada pelangi(ada rencana-NYA) yang indah bagi setiap kita).

God Bless….



Coretan Tanganku (Pengajar – pelajar)

Dear Pelajar Tercinta,

Perkenalkan saya adalah dosen di salah satu Universitas di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Saya hanyalah manusia biasa yang sama dengan manusia lainnya termasuk para Pelajar tercinta, yang dibesarkan di negara tercinta INDONESIA tentu dengan makanan pokok kita yang sama yaitu nasi putih :) terkadang ditambah garam, kerupuk atau lauk pauk lainnya sesuai selera bangsa kita yang sangat luar biasa beragamnya.

Hai para Pelajar sekalian, perbedaan kita hanyalah terpaut waktu dan kesempatan yang berbeda siapa yang dahulu lebih tau tentang suatu ilmu pengetahuan. Waktu disini bukan bicara tentang umur tetapi suatu rentang waktu tentang sesuatu yang didapatkan.

Hai para Pelajar, kami hanyalah pengajar yang ingin memberikan suatu ilmu yang kebetulan diketahui terlebih dahulu.
Hai para Pelajar, kami hanyalah pengajar yang tidak perlu dilihat tapi dapat menjadi terang bagi banyak orang.
Hai para Pelajar, kami hanyalah pengajar yang juga pasti tidak diingat saat para pelajar sukses.
Hai para Pelajar, kami hanyalah pengajar yang tidak perlu dilihat tapi dapat menjadi terang bagi banyak orang.

Namun, Mengapa banyak dari para Pelajar tidak sadar tentang pentingnya suatu ilmu??
Namun, Mengapa banyak dari para Pelajar tidak sadar betapa kami susah payah menyajikan ilmu yang pengajar lebih tau terlebih dahulu dengan berbagai macam cara agar mudah dimengerti??
Terlebih lagi, mengapa banyak dari para Pelajar tidak sadar pentingnya hari depan dengan pengetahuan yang dipunya?

NB : Jika ada pepatah ke negeri CINA, saya lebih suka dengan galilah ilmu selagi kau memiliki kesempatan dan bisa, karena begitu banyak hal yang pasti belum kita ketahui. Ingatlah, biasanya penyesalan selalu datang di akhir. :)

Keep Spirit Para Pelajar tercinta …



Nilai UTS Sekuritas Komputer

Halo teman-teman semua,

untuk lihat nilai Sekuritas Komputer dapat diklik disini.

Terima Kasih.



My 23th Birthday-290310

“Thanks God for YOUR Mercy, give me additional 1 age again to be a salt and light in this world”

Ok, hari ini hari ulang tahunku ke yang 23, tepat karena aku dilahirkan kira-kira pukul 10.00 pagi… dan berkat TUHAN pas aku dilahirin, dokter abis operasi jadinya my mother ga usah tunggu lama-lama dokternya.. karena kebetulan hari itu Minggu, biasanya dokter jarang ada di Rumah Sakit. THANKS GOD For Everything…

Kilas Balik hidupku di belakang umurku, aku sekolah dan berkuliah dan selesai. ini semua hanya ANUGERAHNYA semata, IM NOTHING WITHOUT GOD! sekarang aku punya usaha sendiri sebuah software house dan aku juga mengajar di salah satu universitas di BANDUNG yang cukup baik. dan aku sangat bersyukur dengan apa yang aku jalanin saat ini…

Mungkin ada yang bilang, ah gitu aja lu bersyukur, g lebih hebat atau mungkin ada juga yang bilang, iya bener yah enak banget yah jadi posisi lu makanya lu bersyukur.. Tapi percayalah kawan TIDAK ADA ORANG SEMPURNA, di atas langit ada langit, JANGAN PANDANG ORANG LAIN BY ITS COVER, karena saya yakin semua orang punya pergumulannya sendiri ya termasuk saya juga. yang menyatukan dan membedakan kita hanyalah apa kita percaya kalo TUHAN SANG PENCIPTA kita sanggup pelihara kita dalam keadaan apapun! Buat yang belum percaya, coba carilah TUHAN SANG PENCIPTA KITA yang MAHA ESA, MAHA KUASA dan PASTI sedian yang terbaik buat kita. Saat DIA bilang YA, berarti itulah jawaban_NYA, saat DIA bilang tidak itulah yang baik buat kita, saat DIA bilang TUNGGU, TUHAN sedang prepare yang terbaik buat kita! Jadi GA ada kata-kata/keadaan yang buat setiap kita untuk tidak percaya pada TUHAN SANG PENCIPTA KITA!

HARAPAN SAYA DI UMUR YANG BARU: Saya berharap tidak pernah MENYERAH dan dapat memberikan yang TERBAIK, untuk dunia ini as my QUOTE IN FIRST SENTENCES. KARENA belajar tidak pernahlah dibatasi umur, setiap hari ada pelajaran dan pengalaman terindah yang didapet so just THANKFULL and SURRENDER IT to GOD! :)

Thanks Sessions :

I wanna say ABUNDANTLY THANKS to MY DADDY JESUS….

I wanna say BIG THANKS to my family ^^ THANK YOU SO MUCH.. especially for MY FAMILY (Dad EDHIE F, MOM Fanny Liunawaty, Brother Vinsen F, and SISTERS Joanne Marcellin),

Next for my special Friend that one day may be not be friend again, cos one day ini akan berubah statusnya ^^ –> VISHNU VALENTINO AM,S.KOM, CEH,MTCNA –> Makasih yah koko.. untuk orang pertama yang telp, doain (biar bangunin tengah malem juga… tapi seneng banget lho ^^)

Then For my BEST Friend, Eliza Christina Kusmanto, B.Des yang sengaja telp jam 4 pagi JAM AUS biar pas jam 12 di INDO.. thanks so much Friends!! Best Friends Forever yach…

Last, for everyone has call to me or give me sms or give me message in facebook!!!THANKS SO MUCH… Maybe I couldnt put your name one by one over here… but 1 thinks that all of you MUST remember, that YOU WILL BE ALWAYS IN MY MIND and HEARTS!!

God BLESS YOU ALL!!! Love You all….

Regards,

Evlin Marcelline Fendrianto



Entreprenuer VS Karyawan

Menurut saya ini bagus banget, ada beberapa hal yang sudah saya ubah sedikit dengan beri tanda, tapi saya tidak mengubah satu atau lebih kata lainnya dapat dilihat di source aslinya…

diambil dari http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/

“Kok resign sih dari BCA ?”

Entah sudah berapa kali, pertanyaan simple (yang jawabannya sama sekali tidak simple) ditanyakan kepadaku. Seandainya saja aku mau berusaha keras untuk mengingat kemudian menghitung jumlahnya, aku akan kesulitan melakukannya. Karena memang tak terhitung jumlahnya, alias sudah teramat sering.

Bahkan beberapa orang sempat berkali-kali memintaku untuk menuliskan hal itu. Supaya menjadi pelajaran bagi orang lain, begitu alasan mereka. Bagi siapa ? Entahlah.

Segolongan teman yang mewakili wiraswasta atau lebih beken disebut enterpreneur, menunggu jawaban yang mereka harapkan dapat menjadi sekedar pembenaran bagi alasan-alasan mereka menjadi enterpreneur. Alasannya beragam, dari gaji karyawan yang dianggap kurang, dendam pada atasan, tidak punya pilihan, dan berbagai alasan lainnya.

Sedangkan golongan yang kedua adalah kaum profesional (baca : karyawan) tentunya, seringkali merasa jengah, bahkan sebelum mereka mendengar sepatah kata apapun sebagai jawaban atas pertanyaan diatas.

Bagiku pribadi keduanya sama-sama klise dan sama-sama menggelikan.

Aku bekerja di PT. Bank Central Asia, Tbk dengan awal yang unik. Sebagai seorang yang masih tergolong freshgraduate aku dipanggil oleh BCA untuk sebuah wawancara. Sebagai sebuah catatan, ketika itu krisis moneter tengah hebat-hebatnya terjadi di Indonesia. Puluhan ribu karyawan di PHK, sementara puluhan ribu sarjana dan calon sarjana, ketar-ketir harap-harap mules, di kampus mereka masing-masing. Mau keluar dari sana, tidak ada pekerjaan. Mau bertahan dikampus, malu karena ketuaan.

“Saya ingin ditempatkan di team internet banking BCA”, jawabku ketika dua orang petinggi di Divisi Teknologi Informasi bertanya tentang minat yang mendorongku bergabung dengan mereka. “Tetapi team yang Anda maksud belum ada”, jawab salah satu dari mereka, sambil menatapku tajam. “Dalam beberapa bulan lagi team itu akan Bapak bentuk”, jawabku tidak mau kalah.

Mereka saling berpandangan satu sama lain.

“Salah seorang direktur BCA mengatakannya di koran”, sahutku seolah mengerti jalan pikiran mereka. “Ia mengatakan dalam beberapa bulan BCA akan mengkonsetrasikan diri mereka kepada pengaplikasian teknologi internet. Dan itu pastilah berarti bahwa BCA akan membentuk team itu segera. Dan saya ingin berada disana !”.

Salah seorang kembali bertanya, “Seandainya saja Anda ditempatkan di team lain, dengan bidang yang lain, yang bukan merupakan team yang Anda mau. Apakah Anda bersedia ?”.

“Maaf Pak, yang saya inginkan hanya di team internet banking, dan bukan yang lain. Jika saya diletakkan dibagian lain, saya lebih memilih untuk tidak diterima di bank ini, karena bagi saya itu adalah sebuah langkah mundur”, jawabku membulatkan tekad memberanikan diri.

Dengan tidak aku duga sama sekali, kedua orang pewawancara itupun tertawa terbahak-bahak, sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Orang gila..orang gila….ya..ya..ya..”, kata mereka kepadaku.

Interview hari itu ditutup begitu saja. Dengan sebutan gila untukku dan terakhir sebuah jabat tangan erat.

Beberapa hari kemudian aku dipanggil kembali, kali ini oleh dua orang yang berbeda. Yang seorang berwajah tampan menggunakan kaca mata dan berkulit putih bersih. Dia jauh lebih irip seorang model, dibandingkan seorang pakar IT. Sedangkan yang seorang lagi, berambut tipis dan memiliki perut yang agak gemuk. Kalau yang ini auranya IT banget.

“Ha..ha..ha..rupanya ini orangnya…ha..ha…ha..”, sambut mereka serempak ketika baru saja melihat sosokku memasuki pintu ruangan itu.
Kami segera berjabat tangan (lagi), dan setelah itu entah mengapa kedua orang itu menghabiskan kurang lebih 2 menit selanjutnya dengan mengamatiku, berpandangan satu sama lain, kemudian tersenyum, lalu menggeleng-gelengkan kepala dan tertawa.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian BCA membangun aplikasi Internet Banking mereka yang kemudian diberinama klikBCA, dan aku ada disana, sebagai team inti yang bertanggungjawab akan tugas tersebut. Sesuatu yang sangat membanggakan dan tidak akan terlupakan seumur hidupku. Aku mendapatkan apa yang sungguh-sungguh ingin ku pelajari. Teknologi internet, database, networking, web programming dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, sejak saat itu aku mendapat sebuah pelajaran yang sangat berarti, bahwa hidup ini akan memberikan sesuatu apapun itu (yang baik) kepada siapapun yang sungguh-sungguh meminta dan mengingininya.

Perjalanan yang sangat mengasyikkan kulakoni di bank itu, hingga tidak terasa hampir tujuh tahun berlalu ! Banyak hal berharga yang telah kuterima dari BCA kala itu, diantaranya : memperkokoh gelar Sarjana Komputer dari kampus, dengan serangkaian praktek nyata dilapangan, belajar sistem perbankan, belajar investasi didunia saham, termasuk pelajaran-pelajaran “tambahan” lain.

Sepanjang waktu itu juga aku bertemu dengan beberapa tipe karyawan yang “katanya” nyaris ada disetiap perusahaan. (Bahkan diperusahaan yang kubentuk )

Tipe pertama, mereka yang antusias akan pekerjaan mereka dan bahagia sekaligus bersyukur dengan salary yang mereka dapatkan. Mereka adalah golongan orang-orang yang walau masih hidup didunia, tetapi merasa di surga.

Golongan kedua adalah mereka yang pasrah dengan pekerjaan mereka dan iklash dengan salary mereka. Ini adalah tipe robot, yang melakukan sesuatu bukan karena hasrat, tetapi sebagai sebuah kebiasaan. Dingin dan otomatis.

Golongan karyawan ketiga, adalah mereka yang begitu tergila-gila pada pekerjaan mereka tetapi tidak ambil pusing pada gaji yang mereka peroleh. Ini adalah golongan pekerja sosial.

Yang terakhir, golongan keempat, adalah mereka-mereka yang benci pada pekerjaannya, tetapi menerima uangnya (karena alasan kebutuhan). Tipe ini akan selalu komplain, tetapi tidak pernah berani keluar dari tempat kerjanya itu. Golongan ini kami sebut (bukan oleh saya…tetapi oleh kami)..agak kasar mohon maaf…sekali lagi maaf…sebagai pelacur.

Golongan pelacur inilah yang paling mengherankan. Mereka komplain setiap hari akan pekerjaan mereka, komplain akan gaji mereka, setiap hari menjelek-jelekkan perusahaan tempat mereka bekerja, selalu merasa diperlakukan tidak adil, selalu kurang, selalu ada yang salah, tetapi tidak berani atau tidak berhasil mendapatkan tempat kerja baru. (mungkin karena takut, atau mungkin tidak keterima dimana-mana).

Kempat hal inilah pelajaran “tambahan” yang kumaksud itu.

Oh iya, ada satu hal lagi yang paling berharga yang kuterima dari BCA saat itu, yaitu diperkenalkan pada sebuah hobby bernama photography. Sebuah hobby yang sangat luar biasa. Hobby ini juga yang membuat hari Sabtu dan Minggu adalah hari tanpa istirahat buatku. Senin sampai Jumat di kantor, sedangkan Sabtu, Minggu motret. Hobby ini terus bergerak sedemikian rupa sehingga membuat Selasa hingga Kamis ada di kantor, Jumat bolos setengah hari, untuk motret. Senin bolos fullday (jika Sabtu Minggu motret diluar kota). Sabtu dan Minggu, hampir pasti untuk motret.

Boss di kantor yang semula bertanya, “Kemana lu kok nggak masuk ?”, akhirnya mengubah pertanyaan itu menjadi “Gimana foto kemaren, bagus nggak ?”

Clientnya pun beragam, dari wedding, perorangan hingga perusahaan. Bahkan kegiatan potret memotret didunia wedding, secara tidak sadar menggiring kami untuk membentuk sebuah wedding planner yaitu Kistijah, yang tetap beroperasi hingga sekarang. Lebih dari itu hobby photography akhirnya menggiringku kesebuah persimpangan yang membuat aku mau tidak mau harus memilih yang satu dan meninggalkan yang lain.

Tidak ada yang salah dengan Bank Central Asia, yang terjadi adalah sesuatu yang berbeda dalam diriku. Aku menemukan sebuah panggilan yang semakin lama semakin kurasakan memang diperuntukkan oleh kehidupan bagiku. Dan panggilan itu bernama “enterpreneur”.

Proses kontemplasi ini berlangsung selama sebulan penuh pada saat aku terbaring karena sakit dirumah. Ketika itu aku baru saja selesai mengerjakan sebuah proyek foto dari dua buah perusahaan obat-obatan terbesar di Indonesia, yaitu Kalbe Farma dan Dankos Laboratories. Mungkin karena kurang beristirahat, ini membuatku kelelahan dan akhirnya jatuh sakit.

Merasa terpanggil, dan tidak ingin mendua hati, disamping perasaan bersalah kepada BCA karena tidak bekerja seoptimal dulu, membuat aku akhirnya memutuskan untuk menjawab panggilan itu dan meninggalkan Divisi Teknologi Informasi PT. Bank Central Asia, Tbk.

Jadi alasan kepergianku dari BCA dan memulai perjalanan dalam dunia enterpreneur tidak sama dengan alasan klise yang sering “digembar-gemborkan” oleh sebagian dari mereka yang kemudian beralih dari karyawan menjadi siluman enterpreneur. Orang-orang yang merasa mentok di karir pekerjaan, atau ingin buru-buru kaya, ataupun dendam akan pekerjaan dan perusahaan mereka.

(Aku resign dari BCA, sambil mengantongi sebuah janji promosi di satu tahun kedepan)

Entah mengapa begitu banyak orang, baik dari golongan profesional/karyawan maupun enterpreneur, mempunyai anggapan bahwa enterpreneur itu berada di srata lebih tinggi dari kaum karyawan. Sebuah anggapan yang bagiku pribadi, tidak selalu benar dan sangat tidak mendasar. Padahal kaum enterpreneur seringkali sangat menggantungkan kesuksesan dan kelangsungan hidup bisnis mereka pada para profesional yang ada. Apakah pengusaha sekaliber Bob Sadino tidak membutuhkan sederet kaum profesional yang membantunya mencetak miliaran rupiah ? Rasanya tidak mungkin.

Anggapan ini juga sama kelirunya -bagiku pribadi- dengan sebuah anggapan bahwa kalau ingin cepat kaya jadilah enterpreneur, sedangkan kalau mau miskin seumur hidup jadilah karyawan. Ini sesuatu yang aneh, mengingat setiap orang memiliki gunung rejekinya sendiri-sendiri. Dan TUHAN, Yang Maha Kaya sama sekali tidak dapat diukur dengan “besar-kecilnya” gaji yang diperoleh oleh karyawan diperusahaan tempatnya bekerja, karena rejeki yang IA siapkan tidak terbatas bagi masing-masing orang.

Sekali lagi, bagiku pribadi, semua ini adalah masalah panggilan dan pilihan.

Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berbangga menjadi seorang karyawan/kaum profesional apalagi seorang karyawan yang sungguh-sungguh profesional. Dan sama sekali tidak ada alasan bagi kaum enterpreneur untuk membusungkan dada dan memandang rendah mereka yang berada diquadrant lain.

Seperti nasehat bijak yang pernah kudapatkan dari seseorang yang luar biasa, “Yang jelas dimanapun kita berada dan apapun status kita, selalu berikan yang terbaik. Jika kita kebetulan sebagai karyawan, berikan yang terbaik dan berdoalah selalu bagi perusahaan tempat kita bekerja. Jika kita adalah enterpreneur, berikan yang terbaik untuk karyawan kita dan untuk client-client kita, maka rekaman-rekaman tak kasat mata dalam hidup ini akan mencatat secara sangat detail semua sumbangsih kita, kemudian menunggu waktu tepat untuk membalaskan kepada kita semuanya itu. Bukan berdasarkan golongan enterpreneur atau karyawan, tetapi seberapa tulus kita memberikan yang terbaik bagi kehidupan. Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !”

***

Saya Harap temen-temen bisa berpikiran seperti ini juga, “Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !” dan “rejeki yang IA siapkan TIDAK terbatas bagi masing-masing orang.”